Depresi Pada Remaja

Depresi pada remaja adalah kondisi serius yang bisa mempengaruhi emosi, pemikiran dan kelakuan. Meskipun depresi pada remaja secara medis tidak berbeda dengan depresi orang dewasa, remaja seringkali memiliki gejala dan tantangan yang unik. Masalah-masalah seperti tekanan dari teman, pengharapan akademik dan perubahan bentuk tubuh bisa menjadi masa naik-turun secara emosi bagi remaja.

Tapi bagi beberapa remaja, masa-masa turun secara emosi ini bukan perasaan yang sesaat tapi sampai menjadi tanda-tanda depresi.

Depresi ini juga dinamakan dengan depresi besar atau gangguan depresi besar, depresi besar  bukan kelemahan  atau  sesuatu yang bisa diatasi dengan kekuatan keinginan saja.  Seperti depresi pada orang dewasa, depresi pada remaja adalah kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan konsekuensi yang buruk . namun, bagi sebagian besar remaja, gejala depresi pada remaja bisa hilang dengan perawatan misalnya dengan pengobatan konseling psikologis.

Gejala depresi pada remaja  termasuk :

  1. Merasakan kesedihan Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas tertentu
  2. Merasa perasaannya terluka, frustrasi atau merasakan kemarahan, bahkan pada masalah yang kecil
  3. Susah tidur atau  terlalu banyak tidur Perubahan selera.
  4. Depresi seringkali menyebabkan penurunan selera dan berat badan, tapi pada sebagian orang depresi bisa menyebabkan nafsu makan meningkat dan menambah berat badan.
  5. Gelisah atau tidak bisa rileks---misalnya, mondar-mandir, meremas-remas tangan atau tidak mampu duduk diam.
  6. Lambat dalam berpikir, berbicara dan menggerakan badan Keletihan, kelelahan dan tenaga terkuras---bahkan tugas yang ringan sepertinya sangat menguras tenaga
  7. Merasa seperti tidak berharga atau bersalah, merasakan perasaan bersalah mendalam pada kesalahan yang dibuat atau menyalahkan diri sendiri ketika sesuatu tidak berjalan dengan benar.
  8. Bermasalah ketika harus berpikir, konsentrasi membuat keputusan dan mengingat sesuatu.
  9. Sering memikirkan untuk mati, kematian atau bunuh diri. Menangis dengan alasan yang tak jelas Sakit di bagian tubuh yang tidak jelas penyebabnya misalnya sakit punggung dan sakit kepala.
  10. Memiliki masalah perilaku yang mengganggu, terutama pada anak laki-laki Kegelisahan, terlalu asik memperhatikan bagian tubuh tertentu dan memperhatikan penampilan dengan cara yang berlebihan, terutama pada remaja wanita.

Depresi pada remaja sering terjadi bersamaan dengan masalah-masalah kelakuan dan masalah kesehatan mental lainnnya misalnya kegelisahan atau gangguan kekurangan perhatian/gangguan hiperaktif (ADHD).

Pencegahan

Tidak ada pencegahan yang pasti untuk mencegah depresi. Namun, pastikan anak mengambil langkah untuk mengendalikan stres, untuk meningkatkan keceriaan dan mengurangi rasa percaya diri yang rendah. Pertemanan dan dukungan sosial, terutama di waktu krisis, akan sangat membantu mengatasi depresi. Sebagai tambahan perawatan pada tahap awal munculnya gejala bisa membantu mencegah depresi agar tak menjadi lebih buruk.

Beberapa remaja harus mengonsumsi obat secara berkelanjutan bahkan setelah gejala depresi hilang, atau menjalankan sesi terapi utuk membantu mencegah gejala depresi datag kembali.

Kapan Harus ke Dokter ?

Jika Anda merasa anak remaja Anda mungkin depresi, buatlah janji dengan dokter secepat mungkin. Gejala depresi tidak akan sembuh dengan sendirinya---dan bisa memburuk atau kemudian menimbulkan masalah-masalah lainnya jika tidak ditangani. Remaja yang mengalami depresi memiliki risiko melakukan tindakan bunuh diri, meskipun jika tanda-tanda dan gejala-gejala tidak terlihat parah.

Jika anak remaja dirasa terkena depresi---atau Anda mempunyai teman yang kemungkinan depresi---jangan menunggu untuk mencari bantuan. Bicarakan dengan dokter profesional misalnya dokter atau perawat.

 sumber: http://www.dokterdigital.com/